Dialectical Relationship Between Religious Texts And Social Reality In The Philosophy Of Da'wa (Hubungan dialektik antara teks agama dan realiti sosial dalam Falsafah Da’wa)

Ahidul Asror

Abstract


This paper criticizes the thinking way in the development of the da'wa science which initially focuses on the religious texts. The development of the da'wa science with this method has implications for the birth of the theory that emphasizes deductive patterns. The flow of deductive thinking makes the Qur'an and sunnah more functions to subdue the ratio that should be critical to the social situation. The epistemology of science is considered to have several weaknesses, where religious texts and social reality are placed in dichotomous patterns of relationships. This situation makes the da'wa science unable to present as knowledge that is able to respond to contemporary problems. In the next period, the da'wa method changes and tends to choose how it works. Like social science, da'wa focuses more on the empirical reality study. As part of the Islamic science, da'wa faces problems when it is understood only as a study of social behavior. This paper offers a dialectical method of seeing the problems faced by the da'wa science. The critical reconstruction in building da'wa science by utilizing dialectical methods is carried out so that da'wa can consider religious texts and social reality as sources of knowledge. The application of this dialectical method provides a conclusion in the form of a shift in the da'wa paradigm, from the dichotomous into an integrative and humanist style of science. This dialectical reasoning positions the da'wa science as a scientific discipline in Islamic studies so that it is able to touch the social life.

Keywords: epistemological shift; science of da’wa; dialectic method; social reality; philosophy of da’wa

 

Abstract

 

Tulisan ini mengkritis cara berfikir dalam pengembangan ilmu dakwah yang pada awal berdirinya lebih memusatkan kajiannya terhadap teks agama. Pengembangan ilmu dakwah dengan metode ini memiliki implikasi terhadap lahirnya teori yang mengenengahkan pola deduktif. Ciri ilmu dengan corak deduktif secara umum lebih sukar untuk dapat berinteraksi dengan masalah-masalah nyata yang berkembang dalam masyarakat. Alur berfikir deduktif menjadikan al-Qur’an dan sunnah lebih berfungsi untuk menundukkan rasional yang seharusnya kritis terhadap situasi sosial di sekelilingnya. Epistimologi ilmu tersebut di masa kontemporer dinilai memiliki beberapa kelemahan, di mana teks agama dan realitas sosial ditempatkan dalam pola hubungan yang dikotomi. Keadaan ini menjadikan ilmu dakwah tidak mampu hadir sebagai pengetahuan yang mampu berkontribusi menjawab masalah-masalah kontemporer. Pada masa berikutnya, metode ilmu dakwah berubah dan cenderung memilih cara kerjanya seperti dalam ilmu sosial. Seperti halnya ilmu sosial, ilmu dakwah lebih memusatkan fokus kajiannya terhadap realiti empirik berupa perilaku sosial. Sebagai sebagian dari ilmu dalam kajian Islam, ilmu dakwah menghadapi persoalan ketika hanya difahami semata-mata sebagai ilmu yang mempelajari perilaku sosial. Berdasar masalah tersebut, tulisan ini menawarkan metode dialektik dalam melihat masalah yang dihadapi ilmu dakwah. Rekonstruksi secara kritis terhadap gedung ilmu dakwah dengan memanfaatkan metode dialektik dilakukan, agar ilmu dakwah dapat mempertimbangkan teks agama dan realitas sosial sebagai sumber pengetahuannya. Penerapan metode dialektik ini memberikan kesimpulan berupa pergeseran dalam paradigma ilmu dakwah, dari semula dikotomi menjadi corak ilmu yang integratif dan humanis. Nalar dialektik ini memposisikan ilmu dakwah sebagai disiplin ilmu dalam kajian Islam sehingga mampu menyentuh persoalan nyata yang dihadapi manusia dalam kehidupan sosial.

Kata kunci: Pergeseran epistimologi; ilmu dakwah; metode dialektik; realitas sosial; filsafat dakwah


 

 


Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. 1985. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, A. 1996. Studi Agama: Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, A. 2012. Islamic Studies Di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif (3rd Edition). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, A. 2014. The Intersubjective Type of Religiosity: A Contribution (a fresh Ijtihad) of Indonesian Islamic Studies to a Multicultral Society. In A Paper Presented in the 14th of Annual International Conference of Islamic Studies (AICIS), Responding the Challenges of Multicultural Societies: The Contribution of Indonesian Islamic Studies, Balikpapan, Indonesia, November 21st -24th.

Adian, D. H. 2002. Arus pemikiran Kontemporer: Atheisme, Positivisme, Logis, Neo Marxisme, Posmodernisme, Postideology Sydrom. Yogyakarta: Jalasutra.

Ahmad, A. 1996. Dakwah Islam sebagai Ilmu: Sebuah Kajian Epistemologi dan Struktur Keilmuan Dakwah. Medan: Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara.

Amin, S.M. 2009. Ilmu Dakwah. Jakarta: AMZAH.

Arkoun, M.1986. Tarikhiyyah al-Fikr al-‘Araby al-Islami (Hasim Shaleh, Trans.). Beirut: Markaz al-Inma’.

Arnold, T.W.1995. The Preaching of Islam: A History of The Propagation of The Muslim Faiths. Delhi : Low Price Publication.

Assa’idi, S. 2013. Pemahaman Tematik Al-Qur’an Menurut Fazlur Rahman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aziz, M.A. 2009. Ilmu Dakwah (2nd Edition). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Basit, A. 2013. Filsafat Dakwah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bertens, K. 1997. Filsafat Barat Abad XX Inggris-Jerman. Jakarta: Gramedia.

Effendy, B. 2001. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan: Perbicangan Mengenai Islam,Masyarakat Madani, dan Etos Kewirausahaan.Yogyakarta: Galang Press.

Enjang & Aliyuddin. 2009. Dasar-dasar Ilmu Dakwah Pendekatan Filosofis dan Praktis. Bandung: Widya Padjadjaran.

Ghalwusi, A. 1987. Al-Da’wah al-Islamiyah. Kairo: Dar Kutub al-Mishri.

Ghazali, Ummi Zainab Mohd. & Sabjan, Muhammad Azizan. 2018.

Pemikiran Dan Perjuangan Dakwah Muhammad ‘Uthman El-Muhammady Di Malaysia (1943-2013). Contribution of Muhammad ‘Uthman El-Muhammady to the Da’wah Thought and Struggle In Malaysia (1943-2013). Akademika Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities. 88 (1):107-119.

Hanafi, H. 1993 Islamologi Terapan 1 Dari Teologi Statis Ke Anarkis (Faqih, Trans.).Yogyakarta: LKiS.

Hidayat, K. 1996. Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik. Jakarta: Paramadina.

Ismail, I. & Hotman, P. 2011. Filsafat Dakwah: Rekaya Membangun Agama dan Peradaban Islam.Jakarta: Kencana.

Jabiri, M.A. 1992. Bunyah al ‘Aql al ‘Arabi: Dirasah Tahliliyyah Naqdiyyah li Nudzum al Ma‘rifah al-‘Arabiyyah. Beirut: Markaz Dirasah al Wahidah al Arabiyah.

Kuhn, T.1996. The Structure of Scientific Revolutions (3rd Edition). Chicago: The University of Chicago Press.

Kuntowijoyo.2006. Islam sebagai Ilmu: Epistimologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusnawan, A. 2004. Napak Tilas Upaya Pengembangan Ilmu Dakwah. In Aep Kusnawan (Ed.), Ilmu Dakwah: Kajian Beberapa Aspek (pp.1-6). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Mahfudz, S.Ali. 1952. Hidayat al-Mursyidin. Kairo: Dar al-Kutub al-Arabiyyah.

Marâghî, A. M. 1974. Tafsîr al-Marâghî . Vol. XIII, Juz 22. Kairo : Musthafa al-Halaby.

Mat, Bakri. Othman, Zarina. & Omar, Mohd Kamal. 2018. Anjakan Paradigma dalam Kajian Keselamatan Insan di Asia Tenggara. Paradigm Shift on Human Security Research in Southeast Asia. Akademika Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities. 88 (1):193-207.

Meuleman, J.H. 2012. Islam dan Pasca-Modernisme dalam Pemikiran Mohammed Arkoun. In Johan Henrik Meuleman (Ed.), Membaca Al-Qu’an Bersama Mohammed Arkoun (pp. 169-186).Yogyakarta: LKiS.

Muhiddin, A. 2002. Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Setia.

Mursyid, A. S. 1989. Mustalzamat al-Da’wah fi al-‘Ashr al-Hadlir. Beirut: Dar Fikr.

Natsir, M. 1996. Fungsi Dakwah Perjuangan. In Abdul Munir Mulkan, Ideologisasi Gerakan Dakwah. Yogyakarta: Sipres.

Omar, T. Y. 1979. Ilmu Dakwah Jakarta: Wijaya.

Peter L. Berger. 1991. Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial (Hartono, Trans.). Jakarta: LP3ES.

Qadir, C.A. 1988. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Quthub, S. 1987. Tafsîr fî Zhilâl al-Qur’ân. Vol. IV, Juz XIII, (24rd XIV). Kairo : Dâr al-Syurûq.

Rahman, F. 1976. Islam.Chicago & London: University of Chicago Press.

Rahman, F. 1980. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: Chicago University Press.

Ritzer, G.1980. Sociology: A Multiple Paradigm Science. New York: Allyn and Bacon.

Saeed, A. 2006. Fazlur Rahman: A Framework for Interpreting the Ethico-Legal Content of the Qur’an. In Suha Taji-Farouki (Ed.), Modern Muslim Intellectual and Qur’an (pp.37-66). London: Oxford University Press and The Institute of Isma’ili Studies.

Sambas, S. 2014.Pokok-Pokok Wilayah Kajian Ilmu Dakwah. In Aep Kusnawan (Ed.), Ilmu Dakwah: Kajian Berbagai Aspek (pp. 127-142). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Shuib, Nurul Syuhada. & Yusof, Maslida. 2019.Lakuan Bahasa dalam Ceramah Agama. The Speech Acts in Religious Lectures. Akademika Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities. 89 (Special Issue): 41-53.

Sudarmanto, J. 2002. Epistimologi Dasar: Pengantar Filsafat Pengetahuan.Yogyakarta: Kanisius.

Sunardi, S. 2012. Membaca Al-Qur’an Bersama Mohammed Arkoun. In Johan Henrik Meuleman (Ed.), Membabaca Al-Qu’an Bersama Mohammed Arkoun (pp. 85-138).Yogyakarta: LKiS.

Supena, I. 2008. Desain Ilmu-ilmu Keislaman dalam Pemikiran Fazlur Rahman, Semarang: Walisongo Press.

Taymiyah, I. 1985. Majmu al-Fatawa. Riyadh: Mathobi al-Riyadh.

The Holy Qur’ān. English Translation of the Noble Qur’ān.www.noblequran.com

Yaacob, Solehah. 2019. Classical Framework Sources and The Representation of Islamic Sciences. (Pengiktirafan Rangka Kerja Sumber Klasik Dunia Islam). Akademika Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities. 89 (3):15-26.

Zaidan, A. K. 1992. Ushul al-Da’wah. Baghdad: Dar al-Wafa’.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 0126-5008

eISSN: 0126-8694